Kaya Semakin Kaya, sEng Miskin Tambah Miskin.,?? tAnya kEnapA ,.,.%%??

Kita bisa liat kebanyakan yang kaya adalah berasal dari orang orang yang berpendidikan yang gak mau putus asa dan ingin merubah nasib, oleh karena itu pendidikan sangatlah penting tapi bukan cuma itu saja kita juga harus punya semangat dan kemauan kuat untuk berusaha dan pantang menyerah demi merubah nasib. itulah yang harus kita tanamkan dalam diri kita agar kita tidak hanya bisa mengeluh. “Yang kaya semakin kaya”itulah sifat manusia tidak pernah puas akan apa yang telah dimilikinya hingga dia menjadi serakah dan lupa untuk bersyukur dan juga lupa pada orang orang yang membutuhkan bantuannya. “seng miskin tambah miskin”Itu karena mereka salah mengartikan kata”pasrah”mereka hanya pasrah kepada apa yang telah ditentukan oleh tuhan tanpa sedikitpun mau merubah nasibnya dan ironisnya semua aspek kehidupan di dunia ini seperti: Hukum,sosial,kesehatan,dll selalu berpihak pada orang kaya. Itu sebabnya”Yang kaya semakin kaya,Yang miskin semakin miskin.

Orang kaya semakin kaya karena begitu penghasilan orang kaya bertambah besar, mreka menunda kesenangan, dan terus menjalani gaya hidup yang sama. Penghasilan yang lebih ini mereka investasikan kedalam aset seperti misalnya membeli saham yang menghasilkan deviden atau laba atau untung, membangun rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, membuka bisnis sarang walet, dsb. Begitu seterusnya, sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan pada saat penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Bagaimana dengan Orang Menengah. Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka mereka menggunakan kelebihan uang tersebut untuk mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, dan lain lain. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

bagaimana dengan kaum miskin.. Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran. Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang mereka idamkan, beli jam yang lebih keren, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: